Showing posts with label Hierarki Biodiversity. Show all posts
Showing posts with label Hierarki Biodiversity. Show all posts

Hierarki Biodiversity

Hirarchi biodiversitas adalah urutan dalam jenjang klasifikasi dari berbagai kategori keanekargaman hayati yang terdapat didalam komunitas bumi ini dimana ragam yang terbesar adalah ragan dalam sifat genetik atau gen , diikuti dengan ragam spesies atau jenis serta ragam dalam ekosistemnya.

Secara sederhana digambarkan hirarchi biodiversitas sebagai berikut :

  1. Keragaman ekosistemnya
  2. Keragaman jenis dan species
  3. Keragaman dan genetiknya

  • KERAGAMAN GENETIKA (Gen diversity)

Keragaman genetik berasal dari adanya ragam yang tinggi dari unsur yang terkecil yaitu terbentuk dari berbagai DNA sehingga dari sini terbetuk banyak variasi gen dalam satu species pada suatu populasi

Sifat yang dimiliki oleh gen dalam populasinya dapat bersifat variasi karena ruang /Spatial ( hambatan ruang untuk beraktifitas ) atau sifat yang karena skala waktu / Temporal ( dimensi waktu yang berjlamn membuat ada mutasi mutasi gen baru yang terjadi.


  • KERAGAMAN SPECIES (Species diversity)

Adanya banyak variasi jenis atau species dalam Biosfer . Variasi variasi yang terjadi ini karena banyak faktor pembentuk spesies baru yang berasal dari spesies yang sudah ada dalam suatu ruang / Spatial , Hambatan ruang spatial contohnyaadalah isolasi geografis baik vertikal maupun horisontal.


  • KERAGAMAN EKOSISTEM (Ecosistem diversity)

Adanya berbagai sub Habitat dan Habitat dalam satu komunitas ke ecosistem baik krean ciri dan karaktersistik lokasi tentunya berpengaruh pada pembentukan komponen Biotik dan proses-proses ekologi didalammnya Aktifitas dan proses proses ekologi di dalam ekosistem seperti Aliran Energy dan daur materi, kemudian rantai makan dan siklus hidup komponen biotik . Keragaman ekosistem ini bisa bisa dilihat mulai dari permukaan laut

  • Ekosistem perairan yaitu ekosistem laut dalam, ekosistem laut dangkal, ekosistem pesisir , ekosistem bakau kemudian ekosistem hutan pantai , ekosistem rawa mengalir / tergenang,
  • Ekosistem darat yaitu ekosistem hutan hujan dataran rendah, ekosistem hutan dataran tinggi dan ekosistem pegunungan

Artikel Terkait :

Istilah Keanekaragaman Hayati


Keanekaragaman hayati umumnya mempunyai beberapa istilah antara lain

  • biodiversity,
  • biodiversitas,
  • keanekaragaman hayati,
  • keragaman hayati

Keragaman adalah gabungan antara jumlah jenis dan jumlah individu masing – masing jenis dalam satu komunitas.(Desmukh, 1992). Istilah diversitas dalam ekologi umumnya mengarah pada keanekaraman jenis. Selain itu diversitas juga merupakan suatu keragaman / perbedaan diantara anggota-anggota sekelompok populasi baik hewan maupun tumbuhan. (Mc Noughton,dkk.1978).

Dalam ekosistem masalah diversitas umumnya mengarah pada diversitas jenis, oleh karena itu pengukuran diversitas dilakukan dengan melihat jumlah jenis tertentu dan kelimpahan relatif jenis tersebut dalam satu komunitas.

Keanekaragman atau diversitas ditentukan oleh dua komponen yakni jumlah spesis organisme dalam komunitas dan jumlah individu antara spesis sama atau seimbang. Stabilitas satu ekosistem sangat ditentukan oleh struktur vegetasi satu ekositem.

Sedangkan Keanekaragaman jenis adalah keanekaragam mahkluk hidup yang diukur dari jumlah total jenis baik binatang, tumbuhan , mikroorganisme di muka bumi (Masyud, 1992) menyatakan satu komunitas dikatakan mempunyai keanekaragaman jenis yang tinggi apabila kelimpahannya sama banyak atau hampir sama dari jenis yang ada (Brower et all, 1984).

Keragaman hayati adalah keanekaragaman diantara mahkluk hidup dari semua sumber termasuk diantaranya daratan, lautan dan ekosistem akuatik lain serta komplex-komplex ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamnnya, mencakup keanekaragaman dalam spesis antara spesis dan ekosistem (Mc Noughton,dkk.1978).

Keragaman hayati lebih besar bilamana ekuitabilitas lebih besar yakni jika polulasi satu dan lainnya sama dalam kelimpahan dan bukan beberapa sangat umum, sedangkan lainnya sangat jarang (Desmukh, 1992). Odum (1971) menyatakan keanekaragaman jenis mempunyai sejumlah komponen yang dapat memberikan reaksi secara berbeda-beda terhadap faktor-faktor geografi, perkembangan maupun fisik komponen utama dari keanekaragaman jenis adalah kekayaan jenis dan kesamarataan (Eveness).

Dalam pasal 2 konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dijelaskan bahwa keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman diantara mahkluk hidup dari semua sumber, termasuk diantarnya daratan, lautan, ekositem akuatik lainnya serta komplex-komplex ekologi yang merupakan bagian dari kenekaragamn yang mencakup keanekragaman dalam sepsis, anatar sepsis maupun ekosistem.

Keanekaragaman hayati terbagi atas tiga jenis yakni kenekaragaman jenis, keanekaragaman ekosistem, dan kenekaragaman genetik ( Masyud,1992).

Untuk keanekaragam tingkat spesis hingga saat ini baru didentifikasi hanya sekitar 1,4 juta spesis organisme hidup di seluruh dunia (Alikodra, 1980). Untuk keanekaragaman ekosistem lebih berkaitan dengan kesehatan dan keanekaragaman kompleks dari tempat-tempat dimana spesis tersebut berada. Keanekaragaman genetik adalah konsep variabilitas di dalam satu spesies yang diukur oleh satu variasi genetik didalam spesies, variates, sub spesis atau keturunan tertentu. Dimana upaya konservasi dari ketiga keanekaragaman ini mempunyai tingkat urgensi yang sama untuk menunjang konservasi dan identifikasi potensi yang harus dilaksanakan. (Masyud,1992).

Sementara menurut Mc Noughton,dkk. (1978), keanekaragaman ekosistem lebih berkaitan dengan kesehatan dan keanekaragaman komplex dimana spesis itu berada. Keragaman sumberdaya hayati hutan lebih meliputi beberapa jenis sumberdaya diantaranya fauna dan flora alam, bentang alam (landscape), tanah, air, batu-batuan yang berada di hutan (Sumber daya fisik), teknologi tepat guna yang telah dikuasai oleh masyarakat setempat (Sumber daya manusia), budaya atau adat istiadat masyarakat, dialek, bahasa setempat (Sumber daya manusia) (Djuwantoko,2004).

Kumpulan beraneka-ragam jenis spesis atau organisme yang membentuk suatu pesekutuan hidup alam, dengan mewujudkan suatu system kehidupan tertentu, mereka saling mempengaruhi satu sama lain baik secara individu dalam satu jenis, serta saling mempengaruhi terhadap lingkungannya baik faktor fisik tanah,air,atau iklim mikro. Brower dan Zar (1979) menyatakan suatu komunitas dikatakan mempunyai keanekaragaman jenis yang tinggi apabila jenis yang melimpah banyak ditemui dalam komunitas tersebut, dengan demikian diversitas yang tinggi merupakan indikasi bahwa komunitas tersebut sangat komplex.

Diversitas jenis menyatakan banyaknya jenis perunit areal tertentu sedangkan diversitas genetik menunjukan jumlah gen alel dalam populasi. Umumnya diversitas jenis maupun genetik sangat tinggi pada wilayah-wilayah yang berbeda geografisnya, dimana pada lingkungan yang tidak seragam secara spasial akan memberikan kesempatan untuk lebih mengganggu seleksi dan kemudian spesialisi, baik diversitas spesies maupun genetik tetap cukup tinggi

Berkurangnya keanekaragaman hayati akan mempunyai dampak negatif yang cukup besar diantaranya akan mempengaruhi ketahanan/stabilitas ekosistem terhadap goncangan faktor luar, berpengaruh pada kemampuan untuk memproduksi tanaman baru, serta mempengaruhi kepastian masa depan untuk kebutuhan generasi akan datang (Djuwantoko, 2004).

Umumnya prinsip keanekaragaman hayati diantaranya :

  • Keanekaragamanan haayati memiliki nilai bawaan dan menjadi kepedulian bersama seluruh umat manusia
  • Negara memiliki hak berdaulat atas keanekaragaman hayati
  • Negara bertanggung jawab untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan memanfaatkan sumber daya hayati secara bekelanjutan
  • Penyebab berkurangnnya keanekaragaman hayati perlu ditanggulangi pada sumbernya.

Artikel Terkait :

JURNAL PENELITIAN

JURNAL PENELITIAN

Paling Populer